BANYUMAS TIMUR (14/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menjadi lokasi penelitian infiltrasi air hujan oleh tim dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad). Fokus utama penelitian berada di wilayah hutan sebagai sumber data lapangan. Rombongan tiba pada Senin (13/04) dan melaksanakan pertemuan di ruang rapat bersama perwakilan manajemen dan Tim Pengembangan Usaha KPH Banyumas Timur. Diskusi berlangsung untuk mencatat kebutuhan data dan dukungan yang diperlukan oleh tim peneliti.
Tim dari Universitas Padjadjaran berjumlah empat orang dan dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai FTIP Unpad, Prof. Chay Asdak. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati poin-poin yang akan dipenuhi oleh pihak Perhutani KPH Banyumas Timur. Data teknis, peta kawasan, serta informasi kerja sama menjadi bahan utama yang dibahas.
Salah satu kegiatan penelitian adalah mengukur kemampuan hutan dalam menyerap dan menyimpan air. Tim akan menilai seberapa besar air yang dihasilkan dari kawasan hutan. Data ini penting untuk mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Yayan Setiawan, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan ini.
“Perhutani akan memberikan akses data dan arahan teknis untuk memperlancar proses penelitian. Jika data yang dimaksud tidak ada di KPH ataupun bukan wewenang kami, tim akan diarahkan untuk menerima dukungan data dari unit kerja kehutanan lain, seperti misalnya Cabang Dinas Kehutanan,” jelasnya.
Prof. Chay Asdak turut menyampaikan bahwa penelitian juga mengkaji nilai ekonomi air yang dihasilkan hutan. Hal ini dikarenakan air dari kawasan hutan tersebut dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk industri, PDAM, dan usaha wisata. Maka, diperlukan perhitungan kompensasi yang harus dibayarkan oleh mitra yang telah memiliki perjanjian kerja sama pemanfaatan air.
Untuk itu, tim peneliti membutuhkan sejumlah dokumen kerja sama pemanfaatan air yang bersifat komersial. Dokumen tersebut akan digunakan untuk menimbang nilai kompensasi dengan berbagai variabel penelitian lainnya.
Selain itu, kajian mencakup program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Tim akan menilai kebutuhan konservasi air dan biaya yang diperlukan. Standar biaya mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Aspek kualitas air juga menjadi perhatian. Penelitian ini mengkaji batas pencemaran yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.
Pada hari berikutnya, tim peneliti dijadwalkan turun ke lapangan. Mereka akan melihat langsung kondisi lokasi penelitian di kawasan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH). Lokasi ini dipilih karena kebutuhan data paling banyak ada di sana. Pengecekan langsung juga bertujuan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
Perhutani KPH Banyumas Timur berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata. Data yang diperoleh diharapkan menjadi dasar pengelolaan hutan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan air dan lingkungan. (Byt/Mei)
Editor: Hening
Copyright © 2026