PURWODADI, PERHUTANI (27/04/2026) | Untuk memastikan kegiatan produksi kayu berjalan sesuai prosedur serta bebas dari praktik kecurangan, Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi Untoro Tri Kurniawan didampingi Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Yunasri melaksanakan pengecekan langsung ke lokasi tebangan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk, Senin (27/04).
Kegiatan pengecekan dilakukan pada lokasi tebangan A2 di petak 116A dan 117Cc wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Teges BKPH Tumpuk KPH Purwodadi. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses produksi tebangan berjalan sesuai ketentuan teknis serta mendukung penerapan prinsip Zero Fraud dalam pengelolaan hasil hutan.
Dalam kegiatan tersebut, Administratur bersama jajaran melakukan pemeriksaan langsung terhadap pelaksanaan tebangan di lapangan, mulai dari kesesuaian petak kerja, prosedur penebangan, pengukuran kayu, hingga pengawasan terhadap pengeluaran hasil produksi kayu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengendalian internal perusahaan agar proses produksi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa pengecekan lapangan merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga integritas dan transparansi pada kegiatan produksi kayu.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai prosedur dan tidak ada penyimpangan. Prinsip Zero Fraud harus benar-benar diterapkan di lapangan sehingga seluruh kegiatan produksi kayu dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis,” ujarnya.
Untoro juga menambahkan bahwa pengawasan langsung dari manajemen diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan kerja seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi, baik petugas Perhutani maupun mitra kerja.
Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi, Yunasri, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring lapangan dilakukan secara berkala guna memastikan standar operasional prosedur (SOP) produksi kayu dijalankan dengan baik.
“Melalui pengecekan ini kami memastikan setiap tahapan mulai dari penebangan, pengukuran hingga pencatatan produksi kayu dilaksanakan sesuai ketentuan. Dengan pengawasan yang ketat, kami berharap kegiatan produksi dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan,” jelasnya.
Di sisi lain, Wagiyo, selaku kru tebangan mitra Perhutani yang bekerja di lokasi tersebut menyambut baik kegiatan pengecekan yang dilakukan oleh jajaran manajemen Perhutani.
“Kami sebagai mitra kerja tentu mendukung penuh kegiatan pengawasan ini. Dengan adanya pengecekan langsung dari pimpinan, kami semakin termotivasi untuk bekerja sesuai aturan dan menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Perhutani,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring langsung di lapangan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap seluruh kegiatan produksi kayu dapat berjalan secara profesional, transparan, serta tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
Editor : Aris