KEDU UTARA, TEMANGGUNG (24/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan pendampingan kepada mahasiswa magang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Universitas Gadjah Mada dalam rangka penyampaian materi serta langkah-langkah penyusunan dokumen Rencana Teknik Tahunan (RTT) yang mencakup wilayah hutan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman teknis sekaligus pengalaman lapangan kepada mahasiswa mengenai proses perencanaan pengelolaan hutan secara komprehensif dan berkelanjutan pada Jumat (20/02).
Pendampingan dilakukan oleh jajaran Perhutani BKPH Candiroto dengan memberikan penjelasan terkait tahapan penyusunan Rencana Teknik Tahunan, mulai dari pengumpulan data potensi sumber daya hutan, identifikasi kondisi lapangan, analisis kebutuhan kegiatan, hingga penyusunan program kerja yang selaras dengan rencana pengelolaan hutan jangka panjang. Mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai pentingnya integrasi aspek produksi, ekologi, dan sosial dalam setiap perencanaan.
Selain penyampaian materi di ruang diskusi, kegiatan juga diisi dengan peninjauan dokumen serta pembahasan teknis mengenai standar operasional yang berlaku di lingkungan Perhutani. Hal ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap proses administrasi dan teknis perencanaan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya mahasiswa kehutanan dan bidang terkait.
“Perhutani berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana proses penyusunan Rencana Teknik Tahunan dilakukan, mulai dari aspek teknis hingga administratif, sehingga ke depan mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan yang profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan perencanaan memberikan perspektif baru sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan antara praktisi dan akademisi. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pengelolaan hutan serta mendorong inovasi dalam penyusunan program kerja.
Perwakilan mahasiswa MBKM Universitas Gadjah Mada, Naili Afika, menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, pendampingan ini memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa dapat memahami secara langsung proses penyusunan dokumen perencanaan yang selama ini dipelajari secara teoretis di bangku kuliah.
“Kami mendapatkan banyak wawasan mengenai tahapan penyusunan Rencana Tahunan, termasuk pentingnya ketelitian dalam pengumpulan data dan koordinasi antarpihak agar program dapat berjalan efektif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap mahasiswa dapat memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan hutan secara lestari. Pendampingan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengelola hutan dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026