PEKALONGAN TIMUR (24/02/2026) | Dalam upaya memperkuat kolaborasi pengelolaan hutan bersama masyarakat, Wakil Administratur KPH Pekalongan Timur melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Tambi, Kabupaten Pemalang, pada Senin (23/02). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Tambi, SDA Juri, di Balai Desa Tambi dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pengembangan sistem agroforestri pada kawasan hutan yang berada di wilayah administratif Desa Tambi. Agroforestri merupakan pola pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau komoditas produktif lainnya dalam satu hamparan lahan sehingga mampu menjaga keseimbangan ekologi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Wakil Administratur KPH Pekalongan Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan hutan saat ini tidak hanya berorientasi pada produksi kayu, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Melalui pendekatan agroforestri, ruang di bawah tegakan hutan dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengganggu fungsi utama hutan sebagai kawasan lindung dan penyangga tata air.
“Sinergi antara Perhutani dan pemerintah desa sangat penting agar pengelolaan kawasan hutan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pola agroforestri, kami ingin mendorong produktivitas lahan sekaligus menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai potensi komoditas yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik lahan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Tambi. Beberapa alternatif tanaman sela yang memungkinkan untuk ditanam di bawah tegakan antara lain tanaman palawija, empon-empon, serta komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual baik. Selain itu, dibahas pula mekanisme kemitraan, pembagian peran, serta pentingnya pendampingan teknis agar pelaksanaan agroforestri berjalan sesuai prinsip kelestarian.
Kepala Desa Tambi, SDA Juri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari pihak Perhutani. Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Tambi memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap keberadaan kawasan hutan sehingga diperlukan pola pengelolaan yang mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.
“Kami siap mendukung program agroforestri ini. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan tambahan penghasilan, sementara hutan tetap terjaga kelestariannya. Dengan komunikasi yang baik, kami optimistis program ini dapat berjalan sukses,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Kedua belah pihak sepakat bahwa keberhasilan agroforestri tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat serta pengawasan bersama agar tidak terjadi praktik yang merugikan hutan.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pendataan calon petani penggarap, identifikasi petak yang berpotensi dikembangkan, serta penyusunan rencana kerja bersama antara Perhutani dan Pemerintah Desa Tambi. Koordinasi lanjutan juga akan melibatkan unsur LMDH dan tokoh masyarakat guna memastikan program berjalan inklusif dan tepat sasaran.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Perum Perhutani dan Pemerintah Desa Tambi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026